Jauh
sebelum tahun 2015 Honda merilis RC213V-Street limited-production motogp
replica yang legal dipakai di jalan raya dan bisa dibawa pulang, Ducati
Corse sudah lebih dulu menyediakan nya yaitu motor Desmosedici RR.
Tahun 2006 motor ini di pamerkan pertama kali pada event balapan motogp
di Italia.
Motor
impian dengan segudang kecanggihan Bro berasal dari teknologi Ducati
motogp saat itu. Ducati Desmosedici RR meng-adopsi motor Ducati Corse
Desmosedici GP6 motogp yang dibawa oleh Loris Capirrosi dan Sete
Gibernau pada musim balap 2006. Identik mulai dari bentuk fairings,
frame-swing arm, suspensi dan engine V4 cylinder Twin-Cam.
Di awali
dari keputusan Ducati untuk mengikuti balapan motogp tahun 2001. Menurut
Claudio Domenicali proyek motogp dengan engine 4-tak hampir tidak
terjadi. Ada perdebatan besar saat itu untuk ikut partisipasi atau
tidak. Balapan Grand Prix di kelas utama mengalami perubahan siknifikan
dengan format baru yaitu dari engine 2-tak 500cc ke 4-tak 990cc. Sejak
ikut serta pada event balapan WSBK motor Ducati twin engine sering kali
meminpin dengan menyabet banyak kemenangan titel juara dunia. Untuk
kelas baru Grand Prix yang dikenal kemudian sebagai motogp diperlukan
keberanian karena tidak lagi ideal kalau tetap memakai V-twin engine
mengingat memiliki keterbatasan untuk naik ke putaran yang lebih ekstrim
lagi. Kemudian diputuskan untuk ikut partisipasi, hanya tidak dengan
engine V-twin cylinder melainkan V-4 cylinder.
Ahli mesin
(engineers) di markaz Ducati memang mendahulukan coba riset dan
pengembangan V-twin engine sebagai lambang supremasi dan telah menjadi
tradisi Ducati. Tapi untuk mewujudkan power output menyentuh 230 hp at
the back wheel disemburkan dari V twin engine bukan perkara mudah. Perlu
ukuran bore cylinder yang extra extra large dan stroke yang ultra
pendek. Engine yang sangat oversquare di asumsikan akan muncul problem
pada ruang bakar (combustion chamber). Akhirnya pilihan jatuh ke engine
V-4 cylinder yang memang ideal untuk revving menyentuh 17000rpm!. Engine
V-twin Ducati 1199R Panigale WSBK tahun 2012 superquadro sudah
dimungkinkan untuk mengeluarkan maks power lebih dari 200 hp di ban
belakang pada putaran 11500 rpm.
Piston Desmosedici RR design yang sama dengan motogp kecuali dua ring kompresi. Piston motogp memakai satu ring kompresi.
Engine
Desmosedici RR V 4 cylinder 989 cc memakai catalytic converter dan
sistim exhaust knalpot yang telah memenuhi peraturan emisi dan level
kebisingan sesuai pemakaian jalan raya. Tapi pembelian motor ini juga
sudah termasuk tabung knalpot dengan level kebisingan tinggi di 104 dB
dan tinggal di pasangkan kalau si owner ingin suara lebih keras mirip
motogp.
Engine
memiliki sudut 90 derajat dimana masing-masing pasangan piston bagian
kiri dan kanan menggunakan crankpin yang sama, posisi kedua crankpin
offset di 70 derajat. Firing order tiap piston meledak pada interval
0-90-290-380 derajat rotasi crankshaft, memberikan power delivery yang
baik pada traksi ban dengan aspal dan tidak agresif. Juga bersahabat
dengan gearbox karena memungkinkan masa kerja yang panjang, tidak
seperti big-bang yang cepat merusak gir transmisi dan bearing.
Kedua
camshaft digerak dengan gir yang lebih memberikan ketepatan timing
dibandingkan memakai rantai. Aktuasi buka dan tutup klep dengan tuas
(cam follower) yang terhubung pada camshaft lobe. Gejala valve floating
pada rpm tinggi karena per klep keluar dari jalur osilasinya tidak
terjadi. Big bore piston memberi keuntungan valve area yang besar
tentunya airflow makin efisien. Hanya klep intake/exhaust ukuran extra
large memerlukan ukuran per yang besar juga yang mana memerlukan energi
ektra untuk menekannya. Dengan sistim desmodromic kerugian karena
kondisi inefisiensi tersebut bisa dihindarkan.
Tuas atau
camshaft follower di polish untuk mengurangi friksi dan menambah
kekuatan. Demikian pula pada titanium connecting-rod yang melalui proses
gas nitrit selama 50 jam! , juga untuk faktor kekuatan. Cylinder head
dan engine crankcase terbuat dari aluminium alloy di proses dengan cara
sand-casting dan di bubut. Engine cover terbuat dari magnesium AZ91
alloy. Engine Desmosedici RR hanya lebih lebar 17, 5 mm dari engine
Ducati 1098 V twin dan lebih kecil pada bagian lainnya. Semua itu
menjadikan engine keseluruhan yang ringan dan dimensi yang ringkas atau
compact.
Supply
bensin menggunakan Magneti Marelli dengan throttle body 50 mm dan
dipasangkan injector yang memiliki 12 lubang jet untuk menyempurnakan
atomisasi udara dan bbm. Pengaturan air & fuel ratio (AFR) dilakukan
oleh ECU yang juga merk Magneti Marelli.
Bore dan
stroke Desmosedici RR identik dengan engine motogp Ducati GP6 yaitu 86
mm x 42,6 mm, sangat oversquare dengan rasio sebesar 2:1. Biasanya
sportbike memiliki rasio bore x stroke sekitar 1,6:1, jadi engine sangat
gembira ria revving menyentuh 17000 rpm seperti motogp. Kompresi statik
piston 13,5:1 menggunakan piston forged yang sama dengan motogp, hanya
berbeda pada penggunaan dua ring kompresi. Engine khusus balap biasanya
memakai satu ring kompresi untuk mengurangi friksi tapi masa kerja yang
pendek. Engine memproduksi power output 200 hp di ban belakang pada
putaran 13800 rpm, torsi puncak sebesar 115,7 Nm di 10500 rpm.
Sebagai
perbandingan motor hypersport 1000cc jalan raya terganas saat ini masih
dipegang oleh BMW S1000RR dengan power 185 hp pada 13000 rpm dan torsi
maks 107,7 Nm di 10500 rpm at the wheel. Tester majalah luar negeri
mengatakan betapa dasyatnya akselerasi S1000RR saat masuk powerband yang
seakan-akan memaksa melepas pegangan si rider dari handlebar. Mungkin
kalau kedua motor akselerasi bersamaan, BMW S1000RR akan sanggup
menempel Desmosedici RR. Tapi hanya sampai di putaran 10500 rpm, di atas
itu dimana torsi beralih ke horsepower maka Desmosedici RR akan lebih
cepat lagi dari S1000RR. Jelasnya kedua motor bukan untuk rider yang
memiliki keberanian dibawah rata-rata kalau gaz dibuka lebar Bro,
contohnya seperti saya ini kurang nyali.
Bagaimana
Desmosedici RR ini berperi-laku di track? Casey Stoner yang waktu itu
membawa Ducati GP7 800cc dan belum pernah mencoba engine 990cc melakukan
tesr ride. Menurutnya motor pastinya memiliki banyak torsi di rpm
tengah, tidak seperti motogp 800cc yang baru mulai hidup menendang di
10000 rpm. Stoner beberapa kali keluar tikungan mengalami kesalahan
memilih gir transmisi yang terlalu tinggi, tapi torsi besar yang
tersedia tetap sanggup mendorong motor dengan kuat. Performa rem juga
istimewa, Stoner melakukan pengereman pada titik (brake marker) yang
sama saat dia membawa Ducati GP7 800cc. Dengan ban slicks menurutnya lap
time yang dapat dibuat Desmosedici RR antara 5-6 detik lebih lambat
dari motogp GP7 800cc. Performa yang luar biasa untuk ukuran motogp 200
hp yang bisa dikendarai secara legal di jalan raya, dilengkapi
headlight, lampu sein dan lampu rem. Bisa jalan malam hari dan parkir di
mal.

Menurut
Loris Capirossi yang juga test ride di sirkuit, motor Desmosedici RR
sekitar 5 detik lebih lambat dari GP7 800cc. Motor menurutnya sangat
balance, power delivery yang mirip dengan GP6 990cc. Capirossi juga
menggunakan referensi titik pengereman yang sama seperti motogp 800cc.
Swingarm
dibuat dari lembaran aluminium dibentuk dan di las. Memiliki ketahanan
dari beban torsi sebesar 35 persen lebih kuat dari swingarm Ducati 999.
Sub frame belakang, airbox, spakbor (mudguard), front fairings semua
dari carbon fiber yang mengurangi berat siknifikan. Bobot motor tanpa
bbm, water coolant 171 kg, lebih berat sekitar 13 kg dari berat kosong
motogp 1000 cc 158 kg.
Chassis
motor sebagian besar ditopang (support) oleh engine itu sendiri dimana
swingarm dan suspensi belakang tersambung pada bagian belakang engine.
Demikian juga trellis sub frame depan yang menjadi pegangan head tube
menyambung ke bagian atas engine.
Ada andil
designer Formula one Inggris Alan Jenkin pada faktor aerodinamik dan
bentuk body. Motor di produksi dengan tangan sebanyak 1500 unit dan
dapat di tebus saat itu seharga USD72000. Walhasil
Desmosedici RR tidak di sangsikan sebuah masterpiece dari pabrik di
Borgo Panigale Italia. Dan biasanya rider Indonesia gak ketinggalan
sudah ada yang punya motor ini. Demikian wassalam dan salam sejahtera.
Source : 2007 Rapid Magazine Australia
Specification :
Engine Four stroke, L-four cylinder, DOHC, Desmodromic, 4 valves per cylinder, gear driven camshafts. Capacity 989 cc. Bore x Stroke 86 x 42,56mm. Cooling System Liquid-cooled. Compression Ratio 13.5:1. Lubrication Wet sump. Fuel system Four 50 mm Magneti Marelli throttle bodies, 12-hole “microjet”with injectors over throttle, manual idle control. Exhaust ‘4 into 2 into 1’vertical exit exhaust/silencer. Clutch Dry multi-plate slipper clutch, hydraulically actuated. Ignition Digital CDI. Transmission 6-Speed; Cassette type. Frame Tubular steel trellis hybrid, carbon fibre seat support, aluminium swingarm. Front Suspension Öhlins FG353 PUFF forks USD 43 mm pressurized, with preload, rebound and compression adjustment, TiN coated sliders. Rear Suspension Öhlins rear shock, with rebound, low/high speed compression adjustment, and hydraulic preload adjustment. Front Brakes Two
Brembo radial monoblock calipers with four 34 mm pistons; two
semi-floating 320 mm x 6 mm discs, with machined flange: the same as GP6
wet race set-up. Rear Brakes 240 mm fixed disc, floating caliper with two 34 mm pistons. Front Wheel Marchesini forged and machined magnesium alloy wheels, with 7 spoke design as GP6 Rear Wheel Marchesini forged and machined magnesium alloy wheels, with 7 spoke design as GP6. Front Tyre Bridgestone 120/70 R17. Rear Tyre Bridgestone 200/55 R16. Rake 23,5° / 24,5°. Wheelbase 1430 mm / 56.3 in. Seat Height 830 mm / 32.7 in. Dry Weight 171 Kg. Fuel Capacity 15 Litres.
0 komentar:
Posting Komentar