lagu

kursor

Valentine's Day Pumping Heart >

animasi

Kamis, 09 Maret 2017

ducati desmosedici



Jauh sebelum tahun 2015 Honda merilis RC213V-Street limited-production motogp replica yang legal dipakai di jalan raya dan bisa dibawa pulang, Ducati Corse sudah lebih dulu menyediakan nya yaitu motor Desmosedici RR. Tahun 2006 motor ini di pamerkan pertama kali pada event balapan motogp di Italia.
Motor impian dengan segudang kecanggihan Bro berasal dari teknologi Ducati motogp saat itu. Ducati Desmosedici RR meng-adopsi motor Ducati Corse Desmosedici GP6 motogp yang dibawa oleh Loris Capirrosi dan Sete Gibernau pada musim balap 2006. Identik mulai dari bentuk fairings, frame-swing arm, suspensi dan engine V4 cylinder Twin-Cam.
Di awali dari keputusan Ducati untuk mengikuti balapan motogp tahun 2001. Menurut Claudio Domenicali proyek motogp dengan engine 4-tak hampir tidak terjadi. Ada perdebatan besar saat itu untuk ikut partisipasi atau tidak. Balapan Grand Prix di kelas utama mengalami perubahan siknifikan dengan format baru yaitu dari engine 2-tak 500cc ke 4-tak 990cc. Sejak ikut serta pada event balapan WSBK motor Ducati twin engine sering kali meminpin dengan menyabet banyak kemenangan titel juara dunia. Untuk kelas baru Grand Prix yang dikenal kemudian sebagai motogp diperlukan keberanian karena tidak lagi ideal kalau tetap memakai V-twin engine mengingat memiliki keterbatasan untuk naik ke putaran yang lebih ekstrim lagi. Kemudian diputuskan untuk ikut partisipasi, hanya tidak dengan engine V-twin cylinder melainkan V-4 cylinder.
Ahli mesin (engineers) di markaz Ducati memang mendahulukan coba riset dan pengembangan V-twin engine sebagai lambang supremasi dan telah menjadi tradisi Ducati. Tapi untuk mewujudkan power output menyentuh 230 hp at the back wheel disemburkan dari V twin engine bukan perkara mudah. Perlu ukuran bore cylinder yang extra extra large dan stroke yang ultra pendek. Engine yang sangat oversquare di asumsikan akan muncul problem pada ruang bakar (combustion chamber). Akhirnya pilihan jatuh ke engine V-4 cylinder yang memang ideal untuk revving menyentuh 17000rpm!. Engine V-twin Ducati 1199R Panigale WSBK tahun 2012 superquadro sudah dimungkinkan untuk mengeluarkan maks power lebih dari 200 hp di ban belakang pada putaran 11500 rpm.
Piston Desmosedici RR design yang sama dengan motogp kecuali dua ring kompresi. Piston motogp memakai satu ring kompresi.
Engine Desmosedici RR V 4 cylinder 989 cc memakai catalytic converter dan sistim exhaust knalpot yang telah memenuhi peraturan emisi dan level kebisingan sesuai pemakaian jalan raya. Tapi pembelian motor ini juga sudah termasuk tabung knalpot dengan level kebisingan tinggi di 104 dB dan tinggal di pasangkan kalau si owner ingin suara lebih keras mirip motogp.
Engine memiliki sudut 90 derajat dimana masing-masing pasangan piston bagian kiri dan kanan menggunakan crankpin yang sama, posisi kedua crankpin offset di 70 derajat. Firing order tiap piston meledak pada interval 0-90-290-380 derajat rotasi crankshaft, memberikan power delivery yang baik pada traksi ban dengan aspal dan tidak agresif. Juga bersahabat dengan gearbox karena memungkinkan masa kerja yang panjang, tidak seperti big-bang yang cepat merusak gir transmisi dan bearing.

Kedua camshaft digerak dengan gir yang lebih memberikan ketepatan timing dibandingkan memakai rantai. Aktuasi buka dan tutup klep dengan tuas (cam follower) yang terhubung pada camshaft lobe. Gejala valve floating pada rpm tinggi karena per klep keluar dari jalur osilasinya tidak terjadi. Big bore piston memberi keuntungan valve area yang besar tentunya airflow makin efisien. Hanya klep intake/exhaust ukuran extra large memerlukan ukuran per yang besar juga yang mana memerlukan energi ektra untuk menekannya. Dengan sistim desmodromic kerugian karena kondisi inefisiensi tersebut bisa dihindarkan.
Tuas atau camshaft follower di polish untuk mengurangi friksi dan menambah kekuatan. Demikian pula pada titanium connecting-rod yang melalui proses gas nitrit selama 50 jam! , juga untuk faktor kekuatan. Cylinder head dan engine crankcase terbuat dari aluminium alloy di proses dengan cara sand-casting dan di bubut. Engine cover terbuat dari magnesium AZ91 alloy. Engine Desmosedici RR hanya lebih lebar 17, 5 mm dari engine Ducati 1098 V twin dan lebih kecil pada bagian lainnya. Semua itu menjadikan engine keseluruhan yang ringan dan dimensi yang ringkas atau compact.
Supply bensin menggunakan Magneti Marelli dengan throttle body 50 mm dan dipasangkan injector yang memiliki 12 lubang jet untuk menyempurnakan atomisasi udara dan bbm. Pengaturan air & fuel ratio (AFR) dilakukan oleh ECU yang juga merk Magneti Marelli.
Bore dan stroke Desmosedici RR identik dengan engine motogp Ducati GP6 yaitu 86 mm x 42,6 mm, sangat oversquare dengan rasio sebesar 2:1. Biasanya sportbike memiliki rasio bore x stroke sekitar 1,6:1, jadi engine sangat gembira ria revving menyentuh 17000 rpm seperti motogp. Kompresi statik piston 13,5:1 menggunakan piston forged yang sama dengan motogp, hanya berbeda pada penggunaan dua ring kompresi. Engine khusus balap biasanya memakai satu ring kompresi untuk mengurangi friksi tapi masa kerja yang pendek. Engine memproduksi power output 200 hp di ban belakang pada putaran 13800 rpm, torsi puncak sebesar 115,7 Nm di 10500 rpm.
Sebagai perbandingan motor hypersport 1000cc jalan raya terganas saat ini masih dipegang oleh BMW S1000RR dengan power 185 hp pada 13000 rpm dan torsi maks 107,7 Nm di 10500 rpm at the wheel. Tester majalah luar negeri mengatakan betapa dasyatnya akselerasi S1000RR saat masuk powerband yang seakan-akan memaksa melepas pegangan si rider dari handlebar. Mungkin kalau kedua motor akselerasi bersamaan, BMW S1000RR akan sanggup menempel Desmosedici RR. Tapi hanya sampai di putaran 10500 rpm, di atas itu dimana torsi beralih ke horsepower maka Desmosedici RR akan lebih cepat lagi dari S1000RR. Jelasnya kedua motor bukan untuk rider yang memiliki keberanian dibawah rata-rata kalau gaz dibuka lebar Bro, contohnya seperti saya ini kurang nyali.
Bagaimana Desmosedici RR ini berperi-laku di track? Casey Stoner yang waktu itu membawa Ducati GP7 800cc dan belum pernah mencoba engine 990cc melakukan tesr ride. Menurutnya motor pastinya memiliki banyak torsi di rpm tengah, tidak seperti motogp 800cc yang baru mulai hidup menendang di 10000 rpm. Stoner beberapa kali keluar tikungan mengalami kesalahan memilih gir transmisi yang terlalu tinggi, tapi torsi besar yang tersedia tetap sanggup mendorong motor dengan kuat. Performa rem juga istimewa, Stoner melakukan pengereman pada titik (brake marker) yang sama saat dia membawa Ducati GP7 800cc. Dengan ban slicks menurutnya lap time yang dapat dibuat Desmosedici RR antara 5-6 detik lebih lambat dari motogp GP7 800cc. Performa yang luar biasa untuk ukuran motogp 200 hp yang bisa dikendarai secara legal di jalan raya, dilengkapi headlight, lampu sein dan lampu rem. Bisa jalan malam hari dan parkir di mal.
Menurut Loris Capirossi yang juga test ride di sirkuit, motor Desmosedici RR sekitar 5 detik lebih lambat dari GP7 800cc. Motor menurutnya sangat balance, power delivery yang mirip dengan GP6 990cc. Capirossi juga menggunakan referensi titik pengereman yang sama seperti motogp 800cc.
Swingarm dibuat dari lembaran aluminium dibentuk dan di las. Memiliki ketahanan dari beban torsi sebesar 35 persen lebih kuat dari swingarm Ducati 999. Sub frame belakang, airbox, spakbor (mudguard), front fairings semua dari carbon fiber yang mengurangi berat siknifikan. Bobot motor tanpa bbm, water coolant 171 kg, lebih berat sekitar 13 kg dari berat kosong motogp 1000 cc 158 kg.
Chassis motor sebagian besar ditopang (support) oleh engine itu sendiri dimana swingarm dan suspensi belakang tersambung pada bagian belakang engine. Demikian juga trellis sub frame depan yang menjadi pegangan head tube menyambung ke bagian atas engine.  
Ada andil designer Formula one Inggris Alan Jenkin pada faktor aerodinamik dan bentuk body. Motor di produksi dengan tangan sebanyak 1500 unit dan dapat di tebus saat itu seharga USD72000. Walhasil Desmosedici RR tidak di sangsikan sebuah masterpiece dari pabrik di Borgo Panigale Italia. Dan biasanya rider Indonesia gak ketinggalan sudah ada yang punya motor ini. Demikian wassalam dan salam sejahtera.
Source : 2007 Rapid Magazine Australia
Specification :
Engine Four stroke, L-four cylinder, DOHC, Desmodromic, 4 valves per cylinder, gear driven camshafts. Capacity 989 cc. Bore x Stroke 86 x 42,56mm. Cooling System Liquid-cooled. Compression Ratio 13.5:1. Lubrication Wet sump. Fuel system Four 50 mm Magneti Marelli throttle bodies, 12-hole “microjet”with injectors over throttle, manual idle control. Exhaust ‘4 into 2 into 1’vertical exit exhaust/silencer. Clutch Dry multi-plate slipper clutch, hydraulically actuated. Ignition Digital CDI. Transmission 6-Speed; Cassette type. Frame Tubular steel trellis hybrid, carbon fibre seat support, aluminium swingarm. Front Suspension Öhlins FG353 PUFF forks USD 43 mm pressurized, with preload, rebound and compression adjustment, TiN coated sliders. Rear Suspension Öhlins rear shock, with rebound, low/high speed compression adjustment, and hydraulic preload adjustment. Front Brakes Two Brembo radial monoblock calipers with four 34 mm pistons; two semi-floating 320 mm x 6 mm discs, with machined flange: the same as GP6 wet race set-up. Rear Brakes 240 mm fixed disc, floating caliper with two 34 mm pistons. Front Wheel Marchesini forged and machined magnesium alloy wheels, with 7 spoke design as GP6 Rear Wheel Marchesini forged and machined magnesium alloy wheels, with 7 spoke design as GP6. Front Tyre Bridgestone 120/70 R17. Rear Tyre Bridgestone 200/55 R16. Rake 23,5° / 24,5°. Wheelbase 1430 mm / 56.3 in. Seat Height 830 mm / 32.7 in. Dry Weight 171 Kg. Fuel Capacity 15 Litres.
 
 
 
 

0 komentar:

Posting Komentar